Loading...

florence niht

Sabtu, 08 Mei 2010

TOKOH-TOKOH PALANG MERAH

JEAN HENRY DUNANT (Bapak Palang Merah Sedunia)

Jean Henry Dunant lahir pada hari Kamis tanggal 8 Mei 1826, di Ridverdine Genewa Swiss. Ayahnya berna aJean Jacques Dunant seorang anggota Dewan Republik Swiss dan Ibunya bernama Anne Antoniette Colladone keturunan bangsawan Perancis.Terpengaruh oleh pekerjaan ayahnya sebagai ketua yayasan yatim piatu, Henry Dunant memiliki dasar-dasat kepribadian yang halus dan senantiasa menolong mereka yang menderita. Pada usia 18 tahun ia mengikuti Young Men Criton Assocacosution di Perancis sebuah perhimpunan yang bertujuan meringankan penderitaan sesama manusia.

Di Alzazair Henry Dunant membangun usaha perkebunan dan penggilingan gandum, tetapi pada usia 30 tahun, ia dihadapkan pada cobaan dimana usahanya mulai mengalami kesulitan dana. Kesulitan lain yang dialami Dunant ialah karena ia bukan warga Negara Perancis, maka ia tidak begitu saja memperoleh konsensi atas penggunaan air bagi penggilingan gandumnya. Untuk itu, bagi Dunant tidak ada jalan lain kecuali berusaha menemui Napoleon III, yang kebetulan sedang berada di daerah Italia Utara untuk memimpin perang menghadapi Austria.Dengan tekad bulat ia berangkat ke Itali mengikuti angkatan perang Perancis dengan maksud akan lebih mudah bertemu dengan Napoleon III. Namun apa yang dialami Dunant bukannya bertemu dengan Napoleon III untuk kepentingan bisnisnya tetapi ia terperangkap dalam wilayah pertempuran Perancis – Sardinia di Solferino.

Dengan mengesampingkan bisnisnya, Dunant bersama masyarakat setempat melakukan berbagai usaha untuk membantu prajurit yang luka dan sakit.
Sepulangnya dari Solferino ia mulai menulis buku, dan buku ini diterbitkan bulan November 1862 yang diberi judul “Un Souvenir de Solferino” atau kenang-kenangan di bukit Solferino. Buku ini tidak hanya memuat tentang betapa hebatnya pertempuran dan penderitaan prajurit kedua pihak yang berperang dan tentang pengalaman Dunant sendiri, tetapi yang lebih penting dari itu adalah ide Henry Dunant yang menyatakan perlunya organisasi-organisasi sukarela yang bersifat internasional dan bebas untuk melakukan kegiatan pemberian bantuan bagi prajurit yang luka dan sakit di medan pertempuran tanpa adanya diskriminasi.

Dalam proses perkembangannya setelah terbentuknya perhimpunan-perhimpunan Palang Merah nama Jean Henry Dunant semakin populer dan mendapat sanjungan dimana-mana. Tetapi sebaliknya bisnis yang ia jalankan hancur dan mengalami kebangkrutan usaha. Rumahnya terjual dan harta miliknya baik di Swiss maupun di luar negeri habis.
Hancurnya bisnis dan habisnya harta Dunant justru karena kegiatannya di bidang kemanusiaan. “Henry Dunant mengalami penderitaan demi penderitaan”. Pada tahun 1867 Napoleon III mengadakan pameran besar di Paris. Dalam rangka pameran tersebut Henry Dunant menerima penghargaan berupa medali emas, dan Dunant diangkat oleh beberapa Negara di Eropa sebagai Ketua Palang Merah. Tahun 1901 Henry Dunant mendapat hadiah Nobel untuk perdamaian dunia. Dunant meninggal dalam usia 82 tahun, pada hari minggu tanggal 30 Oktober 1910 di Desa Appernzeller Heiden dan dimakamkan di Zurich.


RIWAYAT HIDUP ANGGOTA KOMITE LIMA

a.Henry Dufour
Henry Dufour pertama kali memasuki dinas kestentaraan yang akan dijalani seumur hidupnya pada tahun 1810, direkrut sebagai tentara Perancis Lima tahun sebelum Napoleon mangalami kekalahan di Waterloo. Dufour lahir di Costance pada tahun 1787. Ia mengalami luka pada tahun 1813 dan diobati di sebuah tahanan militer Inggris. Insinyur Sipil lulusan Encole Polytechnique Paris ini menghabiskan waktunya untuk membangun rel kereta api, jembatan dan perumahan.Swiss pada waktu itu belum membentuk konfederasi dan Dufour memainkan peran kunci dalam kampanye tentara Swiss untuk berjuang bagi sebuah negara bersatu. Pada tahun 1830, ia mengajukan khusus bagi bendera federal yang kemudian menjadi bendera negara tersebut dan sangat terkenal, Palang putih diatas dasar merah.

Dufour, seorang Jendral menjadi kepala Staff tentara Swiss pada saat huru-hara seperti revolusi, perang kemerdekaan dan guncangan akibat pergantian rezim yang terjadi di seluruh Eropa. Namun ia adalah politisi yang sangat dihirmati. Pada awal tahun 1860-an ia bertemu Henry Dunant dan membantunya untuk mendirikan Palang Merah.

b.Gustave Moynier
Gustave Moynier sangat tertarik dengan bukunya Henrdy Dunant, “A Memory of Solferino”. Dua orang tersebut bertemu dan gabungkan gagasan. Mereka memainkan peran penting dalam pembentukan palang Merah.Moynier lahir pada tahun 1928, lulusan Sarjana Hukum di Jenewa dan Perancis. Menjadi seorang Pilantropis dan pembela hak-hak kemanusiaan dan sosial. Beliau menjadi Presiden dari ICRC sejak awal berdiri selama 46 tahun. Moynier dianggap sebagai arsitek utama organisasi.

Pada tahun 1873, Moynier membantu pembentukan Institute of International Law di Jenewa yang kemudian dianggap sebagai tokoh pembela hak azasi manusia. Moynier sadar akan kabutuhan prioritas penyebaran makna hak azasi manusia secara luas.

c.Dr. Theodore Mounoir
Dr. Theodore Mounoir, seorang pendiri dan anggota Gerakan Palang Merah. Lahir di Jenewa pada tahu 1806 dan belajar kedokteran di Inggris dan Perancis. Dia menjadi ahli bedah dan anggota dari Dewan Kesehatan pada Komisi Kesehatan Lingkungan dan Kebersihan Masyarakat Jenewa. Talleyrand seorang Diplomat terkenal melihat bakat Mounoir dalam dunia diplomasi namun gagal membujuknya karena ia lebih memilih kedokteran.

Mounoir adalah teman Louis Appia, seorang pendiri Palang Merah seperti dirinya. Buku Sejarah ICRC ‘From Solferino to Tushima’ karya Pierre Boissier menggambarkan Mounoir sebagai seorang yang memiliki kualitas tinggi. Selain cerdas dia juga tampan, dan isi surat-suratnya mencerminkan ia mempunyai rasa humor yang tinggi.

Pemikirannya yang jelas dan akurat sangat membantu Dunant, Dufour, Moynier, dan Appia untuk mendirikan sebuah organisasi yang kemudian menjadi sebuah gerakan sukarela terbesar di dunia. Sampai dengan kematiannya pada tahu 1819, ia selalu disosialisasikan dengan ICRC.

d.Dr. Louis Appia
Dr. Louis Appia, Lahir pada tahun 1818 di Frankfurt dan memperoleh gelar Dokter di Heidelberg pada tahun 1843. Appia menaruh minat khusus pada perkembangan teknik bedah terhadap korban perang.Pada tahun 1859, pada suatu konflik, Appia memobilisasi sumber daya dan bantuan dana untuk menolong mereka yang terluka dan beliau sendiri bekerja di rumah sakit lapangan. Kerja sukarela untuk misi-misi seperti itu adalah bagian penting dari hidupnya.

Dua tahun kemudian Appia diangkat sebagai Medical Society di Jenewa. Kamudian pada tahun 1863 beliau diminta untuk bekerja didalam sebuah komisi yang membahas gagasan Henry Dunant bagi peningkatan kondisi tentara – tentara yang terluka di medan perang. Komisi ini kemudian menjadi ICRC.

Pada bulan Oktober 1863, Appia menyarankan agar para sukarelawan di zona perang seharusnya memakai pita lengan putih untuk mengidentifikasi mereka. Jendral Dufour kemudian menyarankan agar semua tanda pita lengan Palang Merah saja yang digunakan

YOUTH CENTRE PMI

A.MARKAS CABANG SEBAGAI PUSAT PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PMR

Anggota dan unit PMR yang berada di sekolah dan luar sekolah, memberikan kontribusi yang sangat besar dalam pelaksanaan pelayanan kepalangmerahan dan peningkatan organisasi PMI.
Kondisi geografis rumah, sekolah, tempat berkumpul, dan Markas Cabang
PMI (selanjutnya disebut markas cabang) yang bervariasi, serta waktu,
kemauan, dan kompentensi anggota PMR maupun para pelaku pembinaan
PMR untuk terlibat dan melakukan pengembangan-pengembangan,
menyebabkan terbatasnya akses untuk saling berukar pengalaman, dan
kurang terpantaunya proses dan target pembinaan setiap unit PMR.
Pemberdayaan markas cabang sebagai pelaksana pembinaan dan
pengembangan PMR untuk mengkoordinir, memantau, memfasilitasi
unit-unit PMR, menjadikan Markas Cabang sebagai pusat pembinaan dan
pengembangan PMR.

Markas Cabang sebagai pusat pembinaan dan pengembangan PMR
merupakan suatu upaya untuk mengorganisir unit-unit PMR, dan
merupakan langkah strategis untuk melakukan pemberdayaan relawan
secara lebih optimal. Hal ini merupakan kesempatan bagi markas cabang
untuk melihat persoalan tersebut secara menyeluruh, sehingga
pembinaan PMR dan pemberdayaan relawan dapat terintegrasi. Oleh
karena itu, pendekatan youth centre adalah langkah yang tepat untuk
membina dan mengembangkan PMR dan relawan.

B. PENGERTIAN YOUTH CENTRE PMI

Youth centre PMI adalah suatu pendekatan dalam pembinaan dan
pengembangan PMR, dengan menjadikan markas cabang sebagai pusat
pembinaan dan pengembangan PMR sekaligus pemberdayaan relawan
(KSR dan TSR) PMI.

Menjadi pusat pembinaan dan pengembangan PMR bukan berarti seluruh
kegiatan dilakukan di dan oleh markas cabang. Unit-unit PMR tetap dapat
melakukan kegiatan di lingkungan masing-masing sesuai dengan program
kerja unit PMR, namun akan lebih terkoordinir dan terpantau oleh
markas cabang.
Markas cabang memiliki peran utama dalam menjalankan youth
centre PMI. Bidang PMR-Relawan markas cabang inilah yang akan
melaksanakan pendekatan Youth Centre PMI, dengan dibantu oleh
relawan PMI, dan berintegrasi dengan seluruh komponen markas
cabang.

C. TUJUAN

Meningkatkan peran markas cabang sebagai pusat pembinaan dan
pengembangan PMR, serta pemberdayaan relawan PMI untuk mendukung
pembinaan dan pengembangan PMR secara berkelanjutan.

D. MANFAAT

1. Mengakomodir kebutuhan pembinaan dan pengembangan PMR

Pendekatan youth centre yang bersahabat, sinergis, dinamis, dan
berbasis pengembangan karakter kepalangmerahan, dapat
memastikan bahwa lebih banyak unit PMR yang terlibat dalam proses
pengambilan keputusan, dan setiap tahap pembinaan dan
pengembangan akan sesuai dengan kebutuhan dan berintegrasi antar
program.

Dengan memadukan unsur informasi, pelayanan, edutainment
(kegiatan belajar yang mengandung unsur hiburan) dan
pendampingan oleh relawan PMI, anggota PMR akan merasakan
peranan langsung markas cabang.


2. Pemberdayaan relawan PMI dalam pembinaan dan
pengembangan PMR

Keterlibatan relawan PMI sejak dalam proses perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi pembinaan dan
pengembangan PMR merupakan salah satu strategi penguatan peran
relawan dalam peningkatan kapasitas organisasi PMI, serta
pembinaan dan pengembangan PMR dan Relawan yang
berkelanjutan.Keterlibatan relawan tidak perlu menunggu atau
dipanggil saat bencana maupun kasus kesehatan terjadi, namun
dapat dilakukan setiap saat melalui pembinaan dan pengembangan
PMR.

Keterlibatan relawan dalam pembinaan dan pengembangan PMR
akan berdampak pada peningkatan kapasitas relawan dalam hal
kepemimpinan, komunikasi, memfasilitasi yang nantinya akan
digunakan saat mengembangkan program-program berbasis
masyarakat.

3. Penguatan jejaring, kerja sama, dan advokasi

Pembinaan dan pengembangan PMR pada markas cabang, merupakah
salah satu cara untuk membangun jejaring dan kerja sama antara staf
cabang, anggota PMR, relawan, dengan pihak-pihak lain yang terkait.
Jejaring dan kerja sama yang dapat dilakukan mencakup kedua pihak
yakni pihak internal markas cabang dan pihak eksternal. Jejaring dan
kerja sama dengan pihak internal markas cabang mencakup bidang
penanganan bencana, kesehatan, relawan, komunikasi, dan
organisasi. Sedangkan dengan pihak eksternal melibatkan orang tua,
sekolah, dinas pendidikan, departemen agama, dinas kesehatan, dan
pihak-pihak pemerintah, swasta, maupun individu yang terkait
dengan remaja.

Pembinaan dan pengembangan PMR dalam markas cabang dapat
digunakan sebagai alat advokasi, karena dapat menjadi model
mengenai bagaimana PMI mendukung pembentukan karakter positif
remaja melalui kegiatan Palang Merah Remaja, baik di sekolah dan
luar sekolah.

Jejaring, kerja sama, dan advokasi tentunya akan memudahkan
markas cabang dalam memfasilitasi proses pembinaan dan
pengembangan PMR, dan saling mendukung dengan program-program
pengembangan remaja pihak lain.

E. METODE

Pemilihan metode dalam menerapkan pendekatan youth centre PMI
perlu menyesuaikan karakter remaja dan mengarah kepada
pembentukan karakter kepalangmerahan. Beberapa metode yang dapat
diterapkan:

1. Fun learning (proses belajar yang menyenangkan)

Proses belajar dan kegiatan yang diilhami dari kehidupan riil yang
dihayati dengan penuh kegembiraan akan membantu anggota PMR
menikmati kegiatan dan membangun imaji tentang apa dan
bagaimana seharusnya menjadi seorang anggota PMR.

2. Learning by doing/learning by practice (proses belajar
dengan cara mempraktekkan)

Untuk menjadi lebih paham dan menjadi mengerti, anggota PMR
hanya perlu difasilitasi dalam mempelajari sesuatu. Biarkan mereka
yang merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi hasil kerja
mereka.

3. Jejaring

Jejaring mencakup 2 hal,
a.Membangun hubungan antar institusi atau perorangan untuk
memudahkan dalam memfasilitasi proses pembinaan dan
pengembangan PMR, dan mengembangkan kerja sama.

b.Mengaitkan setiap topik, tema, media KIE (Komunikasi, Informasi,
Edukasi), materi, kompetensi, atau program PMI sehingga
perencanaan dan pelaksanaan kegiatan akan berintegrasi.

4. Pendidikan Remaja Sebaya (PRS)

Mengarahkan PMR Mula sebagai peer leadership (contoh bagi sebaya),
PMR Madya sebagai peer support (memberikan dukungan sebaya), dan
PMR Wira sebagai peer educator (pendidik sebaya), dengan
pendekatan sebaya.

LANGKAH-LANGKAH YOUTH CENTRE PMI

A. Langkah 1 – Persiapan

1. Mengidentifikasi komponen markas cabang yang berkaitan
dengan pembinaan dan pengembangan PMR

Bidang PMR dan Relawan markas cabang mengelola dan mengkoordinasikan pembinaan dan pengembangan PMR yang mencakup:
Mengetahui dan melaksanakan jabaran tugas bidang PMR dan Relawan.
Karena keterbatasan staf, dan sesuai struktur markas cabang, maka
beberapa markas cabang mengeluarkan kebijakan adanya rangkap
tugas/bidang (misal: bidang SDM atau pelatihan sekaligus merangkap
bidang PMR dan Relawan). Apabila jabaran tugas masing-masing
bidang dipahami, dan fungsi pembinaan dan pengembangan PMR yang
melekat di bidang tersebut dilaksanakan, maka setiap komponen
markas akan bersinergi. Pengurus cabang dan kepala markas berperan
memfasilitasi peningkatan kompentesi bidang dan pemantauan
pelaksanaan jabaran tugas.
Menyiapkan perencanaan pembinaan dan pengembangan PMR, dengan
cara memfasilitasi Forpis dalam penyusunan program kerja tahunan
markas cabang bidang PMR.

Mengidentifikasi, mengkoordinir, dan merancang jabaran tugas relawan yang menjadi pendukung pembinaan dan pengembangan PMR.
Memfasilitasi relawan melaksanakan siklus menejemen PMR.
Memastikan keterlibatan PMR dan relawan dalam perencanaan,
pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi program PMI.
Mengelola administrasi dan keuangan dengan memastikan
keterlibatan PMR dan relawan di dalamnya.
Memfasilitasi rapat-rapat pembinaan dan pengembangan PMR.
Membangun jejaring dan kerjasama dengan pihak terkait, baik
institusi maupun individu.

TERNYATA ROKOK TIDAK BERBAHAYA

Banyak orang menghawatirkan bahaya rokok dan
menakutinya , tapi setelah
diselidiki oleh beberapa pakar dalam bidangnya
ternyata rokok itu sama
sekali tidak berbahaya. Kemudian para pakar sepakat
untuk membuktikan nya
dengan mengambil dari beberapa hikayat pada zaman
dahulu kala dimana pada
waktu itu nenek moyang kitapun telah membuktikannya
melalui beberapa
percobaan, buktinya 10 tahun aja seperti cerita di
bawah ini, dia sehat
walafiat aja.....

baca deh........
Untuk lebih jelasnya dapat dibuktikan lewat penemuan
oleh beberapa dr ahli
dibawah ini:

Pada zaman dahulu kala, ada 3 orang dokter. Mereka
selalu bersama kemana
saja mereka pergi. Tapi ke-tiga2nya memiliki kegemaran
berlainan. A dr Jon
Poni (suka main perempuan). B dr Jon Joni (suka minum
minuman keras). C dr
Jon Doni (suka segala jenis rokok) .

Suatu hari ketiga sahabat ini berjalan jalan tanpa
tujuan.Tiba2 ketiganya
bertemu dengan sebuah ketel/kendi (seperti cerita
Aladin). Lalu salah
seorang mengambilnya lalu meng-gosok2kan ketel
tersebut. Sejurus kemudian
asap keluar dari corong ketel tersebut dan secara
perlahan berganti menjadi
satu makluk yang menyeramkan yakni seekor/seorang (?)
jin yang ganas.Lalu
jin tersebut tertawa: "Ha ha ha ." dan berkata "Akulah
Jin Ifrit
!
Karena kamu telah membebaskan aku dari ketel itu maka
aku akan tunaikan apa
saja permintaan kamu sekalian. !!" Ketiga sahabat yang
pada mulanya panik
dan takut menjadi gembira lalu termenung dan berpikir
tentang peluang
dan kemauan masing2 yang mungkin sekali dalam seumur
hidup. Lalu mereka
memilih kemauan mengikuti kegemaran masing2.

Berkata si A,"Aku mau perempuan2 muda dari berbagai
bangsa di seluruh dunia
dan letakkan dalam sebuah gua tertutup dan jangan
ganggu aku selama 10
tahun." Pufff ........!! dengan sekejap mata jin itu
menyempurnakan
permintaan si A.

Berkata si B, "Aku mau semua jenis arak dari seluruh
dunia untuk bekal
selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua
tertutup dan jangan
ganggu aku selama 10 tahun." Pufff ........ !! dengan
sekejap mata jin itu
menyempurnakan permintaan si B.

Berkata pula si C,"Aku mau semua jenis rokok dari
seluruh dunia untuk bekal
selama sepuluh tahun dan letakkan dalam sebuah gua
tertutup dan jangan
ganggu aku selama 10 tahun." Pufff .......... !!
dengan sekejap mata
jin itu menyempurnakan permintaan si C.

Setelah genap 10 tahun, maka jin tersebut muncul
kembali untuk membuka pintu
gua masing2 sebagaimana yang dijanjikan. Maka jin
tersebut pergi membuka
pintu gua si A, ketika dibuka maka keluarlah si A
dengan keadaan kurus
kering, berdiri pun tidak bisa karena tidak sanggup
untuk menggerakkan lutut
sebab hari2 hanya memuaskan nafsu dengan
perempuan.Tiba2 si A pun jatuh
ketanah lalu mati !!

Setelah itu jin tersebut pergi ke gua si B, ketika
pintu dibuka maka
keluarlah si B dengan perut yang sangat buncit karena
hari2 mabuk2an. Jalan
pun ter-huyung2. Tiba2 si B pun jatuh ketanah lalu
mati !!

Setelah itu jin pergi ke gua si C dan membuka pintu
gua. Tiba2 si C keluar
dalam keadaan sehat walafiat dan terus MENAMPAR si
jin. Sambil
me-maki2 si jin ia berkata :


JIN GOBLOOOKK ...!!!! KOREKNYA MANA ...???!!!

Jadi kesimpulannya rokok tidak berbahaya yang berbahaya itu adalah KOREKNYA

Hehehe....Serius banget bacanya ...

BULAN DANA PMI

SUMBER DANA
Mengacu pada ketentuan Anggaran Rumah Tangga PMI Bab XI tentang Perbendaharaan bahwa kekayaan, sumber dana PMI diperoleh dari:
1. Bulan Dana
2. Sumbangan masyarakat
3. Sumbangan masyarakat yang tidak mengikat
4. Usaha-usaha lain yang sah dan tidak bertentangan dengan perundang-undangan berlaku dan peraturan PMI.
BULAN DANA
Gerakan bulan dana merupakan kebijakan PMI yang dilaksanakan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Sosial yang dikeluarkan setiap tahun. Pelaksanaan penggalangan dana dilaksanakan oleh Pengurus Cabang melalui mekanisme kepanitiaan pengelolaan dari wakil masyarakat.

Kegiatan Bulan Dana dilaksanakan selama dua bulan dalam setahun. Setiap Pengurus Cabang mempunyai kebijakan masing-masing untuk memulai Bulan Dana tersebut, ada yang bulan Mei atau September, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Palang Merah.

Bentuk pencarian dana, pada umumnya berupa kupon dengan nilai rupiah tertentu yang diedarkan di tempat-tempat hiburan, Bandara dan kantor-kantor , sekolah atau PLN dan Telkom sesuai ijin Pemerintah setempat.
Setelah selesai, hasil bersih Bulan Dana oleh PMI dialokasikan sebagai berikut :
+ 5 % untuk Pengurus Pusat
+ 10 % untuk Pengurus Daerah
+ 85 % untuk Pengurus Cabang
Alokasi dana tersebut oleh Pengurus Cabang dimanfaatkan untuk program bantuan, pelatihan, pembinaan dan pelayanan transfusi darah yang dilakukan PMI.

Namun sejak tahun 2000 bagian 5% dari pengumpulan bulan dana untuk PMI Pusat ditiadakan. Penghapusan tersebut dilakukan atas pertimbagan agar pengurus cabang dapat secara leluasa mengelola dana dari hasil bulan dana tersebut. Koordinasi pelaksanaan bulan dana ada di tangan pengurus daerah dengan tembusan ke pengurus pusat.

SUMBER DANA DI LUAR BULAN DANA

PMI Daerah & Cabang
Beberapa Pengurus Daerah untuk melaksanakan operasional tugasnya selain setoran wajib bulan dana (SWBD) juga mendapatkan subsidi alokasi bantuan dari Anggaran Belanja Pemerintah Daerahnya masing-masing.
Dalam melaksanakan respon bantuan darurat, PMI juga menerima sumbangan berupa relief, kontan atau jasa untuk membantu para korban bencana.
Disamping itu melalui usaha pencarian dana seperti membuka Wartel/Warnet, Klinik Kesehatan, Mini market atau Wisma/Gedung pertemuan yang dapat disewakan kepada publik, dapat merupakan tambahan pemasukan dana.

Dalam kesempatan tertentu PMI juga menyelenggarakan kegiatan pertunjukkan amal sekaligus penggalangan dana bekerjasama dengan pihak ketiga.
Bila manajemennya baik maka kumpulan dana tersebut dikelola sedemikian rupa menjadi semacam simpanan "dana abadi" yang dapat dikembangkan untuk pendanaan program lain yang berkelanjutan.

PMI Pusat
Di tingkat pusat, Pengurus Pusat selain mengandalkan pengelolaan dana abadi juga mendapat subsidi dari pemerintah pusat , Sekretariat Negara untuk dana operasional pembayaran telpon dan listrik. Besar jumlah subsidi setiap tahun tidak sama , tahun 2001 ini sebesar Rp. 40.000.000.
Selain itu PMI Pusat juga memperoleh sedikit tambahan pemasukan dari Rumah Sakit PMI Bogor. Bantuan dari Masyarakat atau perusahaan, juga diterima untuk menambah beaya operasional, namun sejak masa krisis moneter, jumlah dana dari sumbangan masyarakat menurun.
Dengan adanya program pengembangan organisasi dua tahun belakangan ini, yang difasilitasi oleh Palang Merah Internasional, maka sejak tahun 2000 kapasitas SDM ( karyawan) dan implementasi program kegiatan didanai dari sumber bantuan internasional.

PMI Daerah & Cabang
Beberapa Pengurus Daerah untuk melaksanakan operasional tugasnya selain setoran wajib bulan dana (SWBD) juga mendapatkan subsidi alokasi bantuan dari Anggaran Belanja Pemerintah Daerahnya masing-masing. Dalam melaksanakan respon bantuan darurat, PMI juga menerima sumbangan berupa relief, kontan atau jasa untuk membantu para korban bencana. Disamping itu melalui usaha pencarian dana seperti membuka Wartel/Warnet, Klinik Kesehatan, Mini market atau Wisma/Gedung pertemuan yang dapat disewakan kepada publik, dapat merupakan tambahan pemasukan dana. Dalam kesempatan tertentu PMI juga menyelenggarakan kegiatan pertunjukkan amal sekaligus penggalangan dana bekerjasama dengan pihak ketiga. Bila manajemennya baik maka kumpulan dana tersebut dikelola sedemikian rupa menjadi semacam simpanan "dana abadi" yang dapat dikembangkan untuk pendanaan program lain yang berkelanjutan.

Siaga Bencana Gempa

Definisi
Gempa bumi adalah getaran yang terjadi di permukaan bumi yang biasa disebabkan oleh pergerakan kerak bumi (lempeng bumi). Pergeseran antara lempengan-lempengan tektonik yang berada jauh di bawah permukaan bumi. Lempeng Tektonik adalah Segmen keras kerak bumi yang disokong oleh magma dibawahnya. Lempeng tektonik bebas untuk menggesek satu sama lain. Pergerakan antara lempeng tektonik ini tidak selalu secara perlahan-lahan. Sebaliknya pergeseran antara tanah dan batu yang membentuk lempeng tektonik menyebabkan pergeseran itu berjalan tersentak-sentak. Bumi kita walaupun padat, selalu bergerak, dan gempa bumi terjadi apabila tekanan yang terjadi karena pergerakan itu sudah terlalu besar untuk dapat ditahan, pergerakan inilah yang menyebabkan gempa bumi.

Jenis - jenis gempa bumi:
1.Gempa tektonik
Gempa bumi teknonik disebabkan oleh pergeseran lempengan tektonik seperti layaknya gelang karet
yang ditarik dan dilepaskan tiba-tiba.
2.Gempa vulkanik
Gempa bumi yang disebabkan aktivitas gunung api, gempa vulkanik disebabkan oleh pergeseran magma
ke atas dalam gunung api, dimana geseran pada batu-batuan menghasilkan gempa bumi, magma
merupakan batu-batuan cair yang terletak di dalam perut bumi.
3.Gempa induksi
Gempa yang disebabkan oleh pelepasan energi akibat sumber-sumber lainnya, misalnya runtuhnya tanah,
batuan akibat penggunaan bahan peledak.

Di Indonesia sering terjadi gempa itu dikarenakan kepulauan Indonesia terletak pada pertemuan 3 lempeng utama dunia yaitu:
1.Lempeng Australia
2.Lempeng Eurasia
3.Lempeng Pasifik

Seismologist adalah ilmuwan yang mempelajari gempa, alat yang digunakan untuk mengukur kekuatan gempa disebut Seismograf, Seismologist menggunakan Skala Richter (SR) untuk menggambarkan besaran (magnitude) gempa dan skala mercalli untuk menunjukkan identitas gempa atau pengaruhnya terhadap tanah gedung dan manusia.

Skala Identitas Mercalli:
> Skala 1 tidak terasa,
> Skala 2 terasa beberapa orang terutama yang berada didalam bangunan tinggi,
> Skala 3 terasa didalam rumah oleh beberapa orang saja, getaran terasa seperti truk lewat,
> Skala 4 terasa didalam rumah seperti ada benda berat yang menabrak dinding rumah, barang yang tergantung bergerak,
> Skala 5 dapat dirasakan diluar rumah, orang tidur terbangun benda-benda dirak jatuh,
> Skala 6 terasa oleh semua orang, buku-buku yang ada di rak jatuh, meja dan kursi bergerak,
> Skala 7 tembok yang tidak kuat pecah, orang tidak dapat berjalan atau berdiri,
> Skala 8 bangunan yang tidak kuat mengalami kerusakan, beberapa runtuh seperti menara, tangki air, lereng curam longsor,
> Skala 9 bangunan yang tidak kuat mengalami kerusakan parah, terjadi kerusakan pada pondasi dan rangka bangunan
> Skala 10 jembatan, bendungan, dan tanggul rusak, terjadi tanah longsor yang dahsyat
> Skala 11 pipa bawah tanah hancur, rel kereta api rusak berat
> Skala 12 seluruh bangunan hancur dan tidak ada yang tersisa.